Separuh jiwa hati merangkak
Dirobek zaman, digerogoti waktu
Rapuh, rentan
Tergores sedikit duri
Tetesan darah mengintip
Menyeruak
Akhirnya bebas, lepas
Terjun jatuh sebagai tetesan perdana
Kembali ke bumi pertiwi
Separuh jiwa hati mencoba bertahan
Ditampar ombak, digiring angin
Terkikis ngilu
Rasa pedih menyatu
Jiwa hati yang kelam
Sudah separuh masih memaksa
Berdiri lagi, lalu berlari
Meraih bulan bintang
Merajut masa, meniti langit
Menemukan dia, sang nafas jiwa
Dia, separuh jiwa hati
Kembali ke peraduan
Membentuk satu hati merah
Bangkit
Jiwa hati telah sempurna
Siap menerjang, siap mencengkeram
Setiap badai yang menantang
Hendak bertemu sang jati diri
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment